Farmasi Dinkes Rejang Lebong

Penggunaan Obat yang Tepat dan Benar

Posted on: Oktober 22, 2008

Obat bukan seperti komoditi lain. Karena komoditi obat memiliki efek farmakokinetik maupun farmakodinamik yang langsung ke tubuh manusia.

Obat, pada dasarnya, dikenal ada dua jenis. Yaitu, obat yang bersumber pada bahan alam seperti herbal, rimpang, akar yang biasa disebut sebagai produk obat tradisional/jamu/fitofarmaka, dan obat yang bersumber pada sintesa senyawa kimia ataupun produk bioteknologi yang biasa disebut sebagai obat.

Produk obat berbeda dengan produk makanan, walaupun sama-sama masuk ke dalam tubuh manusia. Produk obat memiliki efek yang disebut sebagai farmakokinetik (bagaimana obat tersebut diserap, didistribusikan, dimetabolisme, maupun dikeluarkan dari tubuh). Efek tersebut memberikan konstribusi antara lain terhadap bagaimana penggunaan dan frekwensi pemberian obat. Selain efek farmakokinetik, obat juga memiliki efek farmakodinamik, yakni efek tersebut dapat dipakai untuk menentukan kegunaan suatu produk obat yang akan digunakan oleh manusia.

Dengan demikian obat pada dasarnya merupakan bahan yang hanya dengan takaran tertentu dan dengan penggunaan yang tepat dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa, mencegah penyakit, menyembuhkan atau memelihara kesehatan. Penggunaan obat yang tepat dan benar sangat menentukan keberhasilan proses pengobatan.

Pertama-tama yang harus diperhatikan atau dicermati adalah kode golongan obat yang akan dikonsumsi. Obat golongan obat bebas atau golongan obat bebas terbatas dapat diperoleh tanpa resep dokter dan obat golongan keras merupakan obat yang dapat diperoleh dengan resep dokter.

Obat yang digolongkan sebagai obat keras tentunya merupakan obat yang memiliki potensi resiko yang lebih tinggi dibandingkan obat golongan bebas dan obat bebas terbatas. Namun demikian potensi risiko di atas sudah diperhitungkan dalam range yang dapat diantisipasi manusia serta tetap dilakukan pemantauan terhadap keamanan suatu produk obat beredar, baik oleh pihak produsen maupun pemerintah.

Nomor registrasi
Konsumen harus dapat memilah informasi yang objektif agar dapat memilih pengobatan. Dengan demikian penggunaan obat dapat menghasilkan efek yang optimal dan meminimalkan potensi risiko. Banyak yang perlu diketahui dalam mengkonsumsi suatu produk obat, baik untuk obat keras, obat bebas maupun obat bebas terbatas.

Saat ini banyak pilihan obat yang beredar, terutama untuk obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter. Untuk memilih obat beberapa faktor perlu dipertimbangkan. Hal pertama yang harus diperiksa adalah keberadaan/pencantuman nomor izin edar atau nomor registrasi obat serta tanggal kedaluwarsa.

Obat yang tidak mencantumkan nomor registrasi merupakan produk yang belum terdaftar. Proses pendaftaran atau registrasi merupakan suatu proses evaluasi atau penilaian obat. Evaluasi atau penilaian produk obat meliputi evaluasi atau penilaian aspek efikasi (kemanjuran), keamanan dan mutu. Menggunakan obat yang tidak mencantumkan nomor registrasi dapat berisiko tidak terjaminnya kebenaran kandungan dan mutu obat. Setiap produk obat memiliki nomor registrasi dan informasi siapa industri farmasi pendaftar produk obat tersebut, serta beberapa informasi lainnya.

Nomor registrasi yang dipalsukan akan dapat ditelusuri dengan melihat kesesuaian kode nomor dengan fisik produk serta data pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kedaluwarsa
Sementara itu, penting memperhatikan masa kedaluwarsa suatu produk obat sehingga dapat menghindari konsumsi suatu produk yang sebenarnya sudah tidak layak dikonsumsi. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada produk obat yang sudah kedaluwarsa adalah sebagai berikut: 

* Kadar obat sudah tidak berada dalam rentang yang dipersyaratkan untuk penggunaan. Ini dapat menyebabkan obat tidak bekerja optimal atau mungkin menjadi toksik, dan akan sangat berbahaya. Beberapa di antaranya adalah obat-obat jenis antibakteri, antihipertensi, dan antidiabet. Kerja obat yang tidak optimal karena turunnya kadar/potensi obat dapat memberikan dampak yang sangat luas, seperti:

– Dapat mengancam keselamatan jiwa.
– Mengacaukan diagnosa penyakit.
– Menimbulkan/meningkatkan kasus resistensi (untuk antibiotik).
– Meningkatkan biaya pengobatan.
– Mutu obat tidak dapat dipertanggungjawabkan, misalnya yang menyangkut sifat fisik produk obat seperti kekerasan tablet.

* Nomor batch yang tercantum pada kemasan obat juga merupakan hal penting untuk diperhatikan. Kode nomor tersebut merupakan kode yang diberikan oleh industri farmasi yang bersangkutan. Sehingga, memudahkan dilakukan penelusuran balik kepada sumber bila terjadi suatu masalah pada produk obat yang beredar di pasaran, baik masalah keamanan dan ataupun masalah mutu.

* Memperhatikan cara penyimpanan yang tertera dalam kemasan juga penting. Menyimpan obat sesuai dengan yang dianjurkan berarti ikut menjaga kondisi dan keadaan obat tersebut tetap stabil hingga masa kedaluwarsa. Karena itu, para konsumen diharapkan benar-benar memperhatikan dan mematuhi cara penyimpanan yang dianjurkan demi mendapatkan hasil optimal dari obat yang digunakan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ancha

pengunjung online

RSS Informasi Kesehatan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Info Seputar Obat

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Baca JUga

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 335,286 hits

Geo Clock

YM_KU

Geo Map

Geo Counter

Jadwal Sholat

Visitor

Oktober 2008
S S R K J S M
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Geo Weather

RSS Berita Terkini Detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

facebook

Profil Facebook Ancha Sofyan
%d blogger menyukai ini: