Posted by: farmasidinkesrl on: Januari 5, 2009
Kesehatan merupakan investasi harta yang sangat berharga dan tidak dapat dibayar dengan apapun, Siapa yang mau sakit? Tidak seorangpun… tulisan ini terinspirasi ketika sedang menunggu rekan kantor yg sedang dirawat di RSU dimana sebelumnya tanpa sedikitpun tanda tanda sakit, tiba tiba saja mengalami pingsan dikantor serta mengalami penurunan tekanan darah, setelah di diagnosa oleh dokter ternyata mengalami keletihan fisik akibat beban kerja yang begitu menumpuk. Kejadian tersebut cukup menyadarkan saya bahwa Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: November 28, 2008
PROFIL SEKSI FARMASI DAN KESSUS
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN REJANG LEBONG
Melalui Perda no. 9 Tahun 2001 tentang Organisasi Perangkat daerah, terbentuklah Seksi Farmasi dan Kessus atau sebagai salah satu Seksi di Subdin Bina Penyehatan Lingkungan dan Pelayanan Kesehatan (BPL & Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.
Seksi farmasi dan Kessus dalam melaksanakan berbagai aktivitasnya menempati bangunan yang cukup representative seluas 230 m yang dibangun dengan Dana Pusat Departemen Kesehatan RI, selanjutnya pada tahun 2006 terjadi pengembangan pembangunan gedung yang meliputi pengembangan tambahan pembangunan Gudang Obat.
Seksi Farmasi dan Kessus dalam menjalankan tugasnya mempunyai visi dan misi Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: November 22, 2008
BAYI dan anak-anak lebih sensitif terhadap reaksi obat, akan lebih baik ketika bayi atau anak Anda sakit, obat-obatan yang diberikan berasal dari obat yang diberikan berdasarkan resep dokter. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memberikan obat-obatan pada anak Anda. Berikut ini terdapat tujuh jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan kepada bayi atau anak-anak: Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: November 21, 2008
Rutinitas kantor yang padat kadang membuat kita lupa menjaga kesehatan. Mungkin sebagian besar dari kita tak pernah menyadari, betapa tak sehatnya pola hidup kita saat berada di Kantor. Bayangkan saja, delapan jam duduk di kursi di depan komputer, selama enam hari dalam seminggu, tentu ini membawa resiko bagi kesehatan Anda. Akibat duduk berjam-jam ini membuahkan ketegangan mata hingga otot leher kaku, ditambah lemak menumpuk di bagian perut akibat camilan yang ditawarkan teman kerja setiap hari. Nah berikut kami berikan 10 tips untuk menjaga kesehatan selama di tempat kerja. Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: November 2, 2008
Curup, 02 Nov 2008
Ketika mendengar obat generik, umumnya orang akan langsung mengasumsikannya sebagai obat kelas dua, artinya mutunya kurang bagus. Obat generik pun kerap dicap obat bagi kaum tak mampu. Benarkah asumsi ini? Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: November 1, 2008
sumber: Lampost
PERNAHKAN Anda merasa seperti tertindih sesuatu yang sangat berat, dicekik, dada sesak, dan tidak mampu bergerak maupun berteriak, saat menjelang atau bangun tidur? Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: Oktober 31, 2008
Sumber : Lampost
DUA eksperimen mengenai obat osteoporosis mendapat perhatian dari para ahli tulang dan bisa jadi penelitian ini menjadi obat biologi pertama yang dapat menyembuhkan osteoporosis. Baca entri selengkapnya »
Posted by: farmasidinkesrl on: Oktober 30, 2008
Sehubungan dengan maraknya pemberitaan tentang produk susu yang tercemar melamin dari China dan berdasarkan kajian dan laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menteri kesehatan kemarin mengeluarkan pengumuman produk susu dari china yang kemungkinan mengandung melamin.
Berikut produk makanan china yang mengandung melamin
Posted by: farmasidinkesrl on: Oktober 26, 2008
Sejarah Penggunaan Obat
sumber :admin
Pada mulanya penggunaan obat dilakukan secara empirik dari tumbuhan, hanyaberdasarkan pengalaman dan selanjutnya Paracelsus (1541-1493 SM) berpendapat bahwa untuk membuat sediaan obat perlu pengetahuan kandungan zat aktifnya dan dia membuat obat dari bahan yang sudah diketahui zat aktifnya.
Posted by: farmasidinkesrl on: Oktober 26, 2008
Posted On: 26 Oktober 2008
Filed In: Bacaan ayah Bunda
Action: Drop Coment
Publikasi: We R Mommies
Oleh: Agnes Tri Harjaningrum, dr
Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak orangtua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat dalam benak orangtua. Demam diidentikkan dengan penyakit, sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.
Keinginan untuk menenangkan kegelisahan orangtua inilah yang terkadang “memaksa” dokter memberikan obat penurun panas walaupun sebenarnya mungkin tidak perlu. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa dokter yang gemar melakukan pengobatan “ala koki” (meminjam istilah Dr Paul Zakaria da Gomez-ahli imunologi) masih kerap dijumpai. Seperti halnya makanan yang kurang manis ditambah gula, kurang asin ditambah garam, begitu pula pengobatan “ala koki” dilakukan. Apapun penyebabnya, penderita panas badan langsung dicekoki obat penurun panas tanpa memastikannya terlebih dulu. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir